Saturday, December 28, 2013

Which World I live in?

Which World I live in?

Well, it’s just like usual, I don’t know what to say and I don’t know where to start, but I’ll try, and always try

First of all, let’s name this “a story of my life”, or just say it “confusing life” -yeah that’s the correct one-. You might be wondering why the hell I always talking about life, over and over again? Yeah, I actually wondering as well, but it’s probably just because I still couldn’t figure out why I feel like “ NOT SATISFIED” with my own life up until this moment. I don’t know why, But please notice, it doesn’t meant I am not a grateful person, it just hmm,, yeah,, aaa,, *I can’t explain for more, it’s tough, could you understand me?  I’m lacking of words. Just Understand!! 

It feels like, I have so many world to live in, which are my real world, my pretend world, my illusion world, my insecure world, and what else? Sooo maannyy. I could be very happy in my real world, live my life like other normal people, laughing with  friends, gossiping, hanging out, yeah like other normal people does, I am totally happy. But what’s going on with my other worlds? In my pretend world I seems like a silly-stupid-fool person who always pretending to be others, I put smile on my face like an angle but in my heart I put the otherwise like a devil, and basically, that’s the hardest one for me to do. In my illusion world, hmm,, nothing special in this world, almost half of people across the globe have their illusion world. It’s easy to join in, all you need is just the internet and social media. So, you’re about to have your illusion world directly. I am being a part of this world just want to see what happened in other people’s worlds (update), that’s it. If there’s any problem popping up, who give the fuck? it’s not real, it just illusion, isn’t it? (Actually I don’t need to tell you how to have an illusion world, you know already, right? Everybody knows it). And how about my insecure world? This is one of the worst. In this world, I feel like a death man, no hope, hopeless, useless, confusing and complaining in whole time, no spirit, no passion, no ambition, no goal, no sedateness, and no future. And worst of the worst is I am often being in this world. It’s really freaking me out all the time. In a day, I spend 5 hours in my real time, 5 hours in my pretend world, 6 hours in my illusion world, and for the rest I spend about 8 in my insecure world. How bad it is

to be continued....
Baca selengkapnya

Wednesday, December 18, 2013

Gue bukan Gue

Gue bukan Gue


Hadeh -,- kayaknya udah lama banget gue gak ngalay dan gak ngeksis di blog. ~it feels like a century, and even more~ Saking lamanya, blog gue udah lumutan, tools-tools di blog gue udah banyak debunya, Home gue udah kaya kapal pecah. Tapi yasudahlah nggak perlu dibahas, toh di dunia nyata kamar gue, hari-hari gue, bahkan hati gue juga kaya gitu kok –udah lumutuan, udah kaya kapal pecah- Xoxo :D  *sedih amat T,T

Nah, sekarang yang mau gue bahas dan yang mau gue curahin di blog ini adalah tentang gue yang dulu, sama gue yang sekarang (FYI, ini perbandingannya saat gue di semester 1,2, dan 3 sama gue yang di semester 4, dan 5). Beda nya apa sih? Nama lo tetep Arif kan? kelamin lo tetep laki-laki kan? lo kuliah tetep di IPB kan? Asal lo dari Sumanik kan? Lo tetep anak laki satu-satu nya di keluarga lo kan?. Iyaa bener, kalo yang itu nggak berubah SAMA SEKALI!!!. Tapi *ada tapinya nih* ada beberapa perubahan yang terjadi dan yang gue rasain sejak gue masuk semester 4 sampai sekarang semester 5, dan sampai detik ini –kalo dalam grammer bahasa inggris, itu namanya “present perfect continuous tense”, kejadian yang sudah terjadi sejak (titiktitik) sampai sekarang dan masih ada efek nya. Jadi kalo kejadian yang gue alamin sekarang di translate in ke bahasa inggris jadinya seperti ini “I’ve been changing since I was in the beginning of the 4th semester and up until right now”-. 

Sebener nya gue sendiri pun juga bingung, kenapa gue berubah, kenapa gue nggak sama kaya gue yang dulu, kenapa GUE BUKAN GUE (???). Satu-satu nya alesan yang gue temuin, yaa mungkin gara-gara efek dari “semester”, kenapa begitu? Karna setiap semester pasti kita dapet mata kuliah yang beda, it’s mean tingkat kesulitan setiap mata kuliah itu beda-beda juga, dan dosen pengajar nya pun beda-beda, and it’s mean lagi, tugas nya pun beda-beda, dan yang terakhir itu berarti kesibukan tiap semester beda-beda. Menurut gue semester sama kesibukan itu berbanding lurus, semakin tinggi semesternya semakin tinggi juga tingkat kesibukannya. *tapi ngga tau bener apa ngga juga sih, soalnya gue belom ngerasain hidup di semester 6, 7, dan 8. Well, let’s see!!!


Opps, tapi gue belom ngasih tau apa aja perubahan yang gue alamin. Okay, let’s break it down *ini dilihat dari beberapa segi* --->

1.     Segi IBADAH
Perubahan mendasar yang gue alamin yaitu dari segi Ibadah, gue ngerasa peningkatan ibadah gue di semester ini menurun (maksudnya apa sih? Udah ningkat, nurun lg, ngaco!!). Yaa maksudnya, di semester ini ibadah gue menurun, seperti : dulu gue yang rajin sholat, sekarang sholat banyak bolong nya. Dulu gue yang abis sholat maghrib baca qur’an, sekarang jarang bet. Bahkan yang lebih parah sense of belonging gue berkurang, dan awareness gue akan betapa butuhnya dan pentingnya gue mengahadap Allah SWT juga berkurang. Ini yang paling gue takutin sebenernya, it’s really freak me out, dude. dunia yang udah semakin panas, tanda-tanda kiamat udah mulai muncul tapi gue malah makin jauh dari Allah gara-gara kesibukan semester dan hal-hal lain. Tapi kalau dipikir-pikir itu tergantung gue nya sih, beberapa temen gue di semester ini kuliahnya lancar ibadahnya juga lancar, well, berarti gue nya yang belom bener. Gue yang mau berubah ke arah yang baik, otherwise ke arah yang buruk, itu tergantung gue. Okesip     
2.    Segi KEBIASAAN
Perubahan yang kedua yang gue rasain itu perubahan kebiasaan gue. Contohnya, yaa ini, gue yang dulu sering banget nyampah di blog, sejak semester 4 dan 5 ini, buka blog pun gue jarang, artinya gue jarang nulis, gue jarang punya waktu untuk ngungkapin isi otak gue kebentuk tulisan. Dan juga, sejak SMA gue suka baca novel, apalagi novel-novel magic-magic, Harry Potter 1-7, twilight, new moon, eclipse, breaking dawn, dan novel-novel motivasi lainya, negeri 5 menara, dan blah blah blah. TAPI, lagi-lagi sejak gue di semester 4 dan 5 gue ngga punya waktu sedetikpun untuk baca novel, dan beberapa minggu yang lalu gue dipinjemin novel trilogy “the Bartimaeus”, buku ke-1 pun sampai hari ini belom gue tamatin, gue baru baca 60 halaman doang. Segitu parahnya -,-. Dan lagi-lagi-lagi-lagi it’s just because kesibukan di semester ini.

3.     Segi SEMANGAT DAN IMPIAN
Perubahan terakhir yang gue rasain yaitu dari segi SEMANGAT DAN IMPIAN gue. Semangat gue memudar, dan gue juga ngga ada ambisi dan passion lagi untuk mengejar impian gue (impian disini maksudnya impian yang mau gue capai saat kuliah, bukan impian untuk masa depan gue). Salah satu contoh memudarnya semangat gue yaitu Semangat ber-Organisasi. Dulu gue yakin banget dengan ikut nya gue dalam suatu organisasi I’ll get ton thousands of experiences that will be able to lead me to the success future. Tapi sekarang semangat gue itu fades away, ilang ntah kemana :3, dan juga semangat gue untuk ngelakuin hal-hal yang gue suka juga ilang L
Impian gue yang ingin gue capai pas kuliah adalah Keluar Negri (go abroad), banyak yang bilang kesempatan emas buat keluar negri itu ya pas kuliah. Karena beasiswa-beasiswa yang menawaran untuk keluar negri banyak ditawarkan di jenjang perkuliahan. Tapi gue punya pengecualian juga, gue ngga mau keluar negri nya ke ASIA, nggak tau kenapa gue ngga minat aj, gue minatnya ke Eropa *terserah ke Negara apa* dan ke Amerika. hehe (sok sok an, ke Negara tetangga aja lo belom pernah, udah sok sok an ke Eropa dan Amerika). Sayangnya, ambisi gue masih kurang buat ngecapai itu semua, dan sekarang gue merasa udah telat banget untuk mencapainya, sekarang udah semester 5 dan sebentar lagi gue sibuk PL dan udah mulai mikirin skripsi juga (yowes, siap-siap kecewa aja impian lo ngga kecapai rif T,T)

Nah, tiga segi perubahan itulah yang gue rasain sejak semester 4 sampai sekarang semester 5. Kalau dipikir-pikir mungkin itu ada benernya juga, perubahan yang gue alamin ini wajar, udah saat nya gue fokus kuliah, tapiii, gue ngga siap aja sama perubahan yang gue rasain ini, itu doang “GUE belom SIAP”, dan gue merasa GUE BUKAN GUE dengan perubahan ini. Yausadahlah, apapun itu gue harus terima,  intinya perubahan itu pasti akan terjadi, ngga mungkin lo bakalan gitu-gitu aja, dan semakin tinggi SEMESTER kuliah lo, semakin tinggi juga tingkat KESIBUKAN lo. So, lo harus siap!!!

Mungkin ini doang coretan sampah yang bisa gue curahin ke blog ini, terlalu panjang juga ngga enak. Semoga lo guys, yang ngga sengaja nyasar ke blog gue ini bisa ngambil hikmahnya. Yaudah itu aja, makasih JJJJJJ
Baca selengkapnya

Sunday, December 23, 2012

Gue Sirik ~ Gue Terbuang

Gue Sirik ~ Gue Terbuang


"apakah wajar bagi seorang mawasiswa nelpon orang tua itu sering-sering,?? Udah kaya makan aja 3 kali sehari, lebih malah.. Apa yang di omongin sih,? Saking seringnya, pasti nelpon banyak dieamnya dari pada ngomong nya, dan pasti juga kehabisan topik pembicaraan,, lagian juga apa ga bosen tiap saat nelpon orang tua,, ngabisin pulsa aja"  sirik gue kambuh lagi tiap kali dengerin orang nelpon di depan kamar gue, dia itu 'bg *****' kakak kelas gue dan juga se kost an. Sejak ayahnya meninggal dia semakin sering nelpon orang tuanya di rumah, dalam sehari itu bisa 4-5-6 kali. Kalo dipikir-pikir emang sih, dia itu anak tunggal, jadi tentu saja dia harus ngejaga ibu nya yang tinggal sendirian di rumah.. Tapi menurut gue itu agak berlebihan atau emang dasar gue nya aja yang suka sirik dan merasa risih dengan sikap seperti itu. *Kayanya pernyataan ke dua yang paling bener "emang dasar gue nya aja yang suka sirik dan risih".

Gue sirik dan risih ini juga beralasan, alasannya terus terang gue iri, iri dengan bg ***** yang bisa nelpon orang tuanya tiap hari, iri dengan 'kenapa dia bisa nelpon segitu sering nya, apa yang dia bicarain dengan orang tuanya'. Kenapa gue ngga bisa,? Tiap kali gue nelpon orang tua, paling Cuma nanya kabar, ngingetin gue sholat, ngaji, hemat. UDAH,!! ITU DOANG :(
Gue paling ngga biasa cerita ini-itu, curhat ke orang tua, apalagi masalah pribadi gue, masalah percintaan contohnya..

Gue jarang telponan sama orang tua gue, paling dalam 2 bulan atau lebih itu gue telponan Cuma sekali. Bayangin, abis gue balik dari rumah ke bogor pas bulan september, dan sekarang udah pertengahan desember gue baru sekali nelpon orang tua dan itu nyesek banget,, masak selama 4 bulan gue Cuma nelpon sekali T.T

***

Anak bungsu biasanya identik dengan kata-kata manja, dan menurut gue itu nggak selalu bener,, kalo lu mau nyari anak bungsu, bahkan laki-laki satu-satunya di keluarga tapi nggak di manja, itu GUE LAH ORANGNYA. Gue udah berasa merantau di tahun 70'an dan 80'an.. Dimana orang kalo merantau bener-bener sudah di anggap menghilang ga ada kabar, paling kabarnya dikirim lewat surat yang sampe nya berbulan-bulan,, karena pada jaman itu kita tahu kalo teknologi belom berkembang, untuk berkomunikasi jarak jauh aja suah.. Yaaa sama kaya gue saat ini, samanya bukan di "teknologi belom berkembang"-nya tapi di "merantau itu sudah bener-bener dianggap menghilang ga ada kabar"-nya, itu kenapa gue selalu iri sama yang lain, kenapa orang tua gue seperti ngga peduli, atau karna orang tua gue udah tua (ayah lahir di tahun 45' dan ibu gue lebih kecil 5 tahun dari ibu"?? Sehingga pikiran mereka juga masih terbawa-bawa jaman dahulu.?? Gue beranggapan seperti itu aja, dari dulu gue emang sadar dan tahu kalo pemikiran ibu sama bapak gue itu beda sama gue, ya seperti yang gue bilang tadi, pemikiran mereka masih di jaman sebelum revormasi (jaman dahulu kala)..
Siapa yang ga sedih, sampai kapan pun status gue masih sebagai seorang anak yang ingin diperhatikan orang tua. Gue butuh mereka dan itu tak bisa dipungkiri. Tapi sayang,sekarang gue ga dapet itu dengan maksimal setelah gue jauh dari mereka. :( atau mungkin juga mereka menginginkan gue untuk mencoba hidup mandiri. okeh, gue akan berusaha, dan gue bakalan buktiin itu.
***
Tapi intinya.. bagaimana pun juga sampai kapanpun STATUS GUE TETAP SEORANG ANAK. GUE TETAP SAYANG MEREKA, GUE TETAP CINTA MEREKA, GUE TETAP MERINDUKAN MEREKA, dan itu takkan pernah hilang..
Baca selengkapnya

Friday, August 24, 2012

Masa Depan Itu Seperti Apa,? *questionable

Masa Depan Itu Seperti Apa,? *questionable


“Ngobrol dengan teman-teman lama mengingat akan masa-masa kecil memang terasa mengasikkan, dan terkadang kita tertawa dibuatnya. Kelucuan, keluguan dan kekacauan yang pernah kita buat dimasa itu begitu menarik untuk diceritakan lagi. Tapi.. kenapa semua itu bisa jadi hal yang menarik,? | tentu saja..  karna semua itu tidak kita temukan lagi dimasa sekarang.”

            Coret-coretan ini saya tulis karna tiba-tiba saya diingatkan akan sesuatu yang sedang terjadi. Sesuatu yang terjadi pada remaja-remaja dan anak-anak jaman sekarang. Disini, bukan berarti saya sok tua atau bagaimana, tapi memang sudah seharusnya lah saya juga sebagai seorang remaja saling mengingatkan, peduli, berpikir, dan berpendapat apa yang menurut saya benar. Karna sebagaimana kita ketahui, kini semua orang bebas untuk mengeluarkan pendapat mereka masing-masing. Bukan begitu,?

            Ini bermula, sekitar jam 02.00 malam ketika saya dan dua orang teman saya baru saja kembali untuk mengikuti perlombaan Cerdas Cermat di sebuah mesjid, hari itu bertepatan dengan bulan suci ramadhan, sehingga kebanyakkan mesjid mengadakan acara-aara perlombaan seperti CC, MTQ, dll. Karna telah larut malam, kami memutuskan untuk nginep di rumah salah seorang teman saya itu. Sesampainya di rumah, kami tidak langsung tidur karna nanggung sebentar lagi mau sahur. Kami Cuma tidur-tiduran sambil ngobrol,  salah seorang teman saya tiba-tiba menceritakan kejadian yang dia alami ketika masih duduk di sekolah dasar, memang tidak terasa waktu itu bergulir begitu cepat, baru saja kemaren rasanya duduk di bangku sekolah dasar, sekarang sudah 7 tahun berlalu. Dia menceritakan saat dia dimarahi salah seorang guru, sampai dia nangis. Saya juga menambahkan apa yang dia ceritakan. Obrolan kami panjang dan mengasikkan, sampai-sampai kami juga membahas permainan-permainan yang dimainkan semasa kami kecil, ini dia yang menyebabkan saya tertarik untuk menulis coret-coretan (karangan bebas) atau cerita ini.
            Kampar, pantak, kaca, karet, gambar, kelereng, lupi, beyblade tutup botol, kartu yugi itu semua permainan-permainan yang kami bahas. Dan pasti remaja atau anak-anak jaman sekarang tidak tahu dan tidak kenal semua permainan-permainan tersebut. Semua itu adalah permainan kami sewaktu kecil, yang tidak ditemukan lagi sekarang, jaman benar-benar telah berubah, technology juga semakin berkembang, anak-anak sekarang tidak lagi pergi main keluar jauh-jauh, berkelompok, nangis karna kalah dalam main kelereng atau gambar, anak-anak sekarang tidak lagi mengambil batu pipih landasan rumah untuk bermain Kampar, anak-anak sekarang tidak lagi membuat garis di tanah untuk bermain pantak, anak-anak sekarang tidak lagi membeli karet  dan menyambungnya untuk bermain karet, anak-anak sekarang tidak lagi membuat kotak-kotak persegi panjang di tanah untuk bermain kaca, dan anak-anak sekarang tidak lagi mengumpulkan tutup-tutup botol minuman, ujung pulpen, paku untuk dijadikan beyblade. Akan tetapi anak-anak sekarang pergi ke warnet bermain games online bahkan ironisnya mereka bolos dan lebih memilih berlama-lama di warnet saat jam sekolah. Bolos memang juga terjadi saat kami SD, tapi itu paling dilakukan di waktu-waktu akhir PBM bukan seperti ini. Dan juga ketika setiap kali saya ke warnet pasti setiap KBU sudah dipenuhi oleh anak-anak berumur belasan tahun bakan berumur 7-10 tahun yang bermain games dan berisik minta ampun.
            Dulu ketika kami sedang bermain, orang-orang dewasa bilang seperti ini “wahh,, ikut dong, udah lama nggak main ini, dulu saya waktu kecil juga main ini” nah,, tahu artinya apa,? Itu artinya kita (jaman saya) masih mengembangkan kebiasaan orang-orang dewasa dahulu, budaya untuk bermain permainan-permainan ‘itu semua’ masih ada pada jaman kita, tapi jaman sekarang semua itu sudah lenyap.
            Saya heran, apa jadinya,? bagaimana,? Dan masa depan itu seperti apa,?. Jaman sekarang anak-anak nya saja sudah mahir internet, khususnya bermain games online, bagaimana dengan masa depan,? Games canggih apalagi yang bakalan muncul,? Kampar, gambar, kelereng, dll pati semakin tidak dikenal dan tidak diketahui sama sekali. Tapi ya begitulah kodratnya manusia, kita tidak bisa menebak dan melihat masa depan itu seperti apa.


makasi^_^
Baca selengkapnya

Wednesday, June 13, 2012

Perfectionist vs Selow

Perfectionist vs Selow

Engga tau harus dimulai dari mana, semuanya ngambang dipikiran gue ini, belum lagi hal-hal kecil yang agak mengganjal, tambah lagi lagu galau yang gue puter ini membuat gue ikut-ikutan nyanyi dan ngga bisa fokus untuk nulis.
Tapi yang jelas sapa dulu pembaca setia gue yang telah lama nunggu-ngguin gue untuk nulis lagi, *hwhaha udah berasa sok jadi penulis beneran aja lu rip, ada aja kagak orang yang baca blog lu ini :p

Assalamualaikum Wr Wb ~~~~~~

#btw sebelumnya ini agak melenceng dikit sob, gue panasaran "kenapa ya tiap kali kita sedih atau sedikit kebinguan, diem ga ngomong-ngomong, trus kalo nge-update status tentang penyesalan atau apa lah, orang-orang selalu ngejudge bahwa kita lagi galau,?? ngga ada apa spesifikasi yang lebih jelas tentang galau,? apa galau itu sifatnya universal mencakup semuanya,?? pokonya orng itu menganggap yang berbanding terbalik sama happiness itu dinamakan galau, seriusan gitu,?  *heran deh -_-!!
Oke,, lupakan masalah galau udah ga jaman, mari bicara tentang yang lain. \m/

hmm, bicara tentang kost an,, Hidup ngekost itu sudah ngga bisa dipisahin dengan yang namanya mahasiswa, ngekost bisa dianggap sebagai dunia Perkuliahan juga.. kira-kira menurut gue 95% rata-rata mahasiswa di Indonesia pada ngekost *menurut gue, data ngga valid,!! haha* salah satunya gue sendiri, lika-liku jadi mahasiswa dan ngekost itu emang ngga bisa dilupain, gimana ngga,!? disanalah kita belajar mandiri, ya kan,!?

Naah,, disini gue mau cerita sedikit gimana lika-liku kehidupan gue ngekost. Awal pertama kalinya gue masuk kuliah gue ngga langsung ngekost, tapi tinggal di asrama dulu selama satu taon. Di asrama sebenernya asik banget, kebersamaan kental banget disana, tapi emang dasar guenya yang ga betahan, suka jenuh sehingga gue mutusin untuk pindah ke kost sebelum tanggal pengusiran (setelah 1 tahun). Gue pindah tepat setelah gue ujian UTS semester  2. tapi apa yang terjadi,? *haha setelah beberapa bulan ngekost, penyakit 'ga betahan, suka jenuh' gue kambuh lagi, gue juga ngerasa agak seddikit bosen ngekost, ternyata kost an itu ga se asik di asrama yang penuh dengan kebersamaan, kekompakkan, lengkap dah... ngekost gue bener-benar merakan hidup itu secara individual, ngga terlalu banyak orang yang peduli pada kita, sakitpun orang-orang ngga terlalu mempeduliin, semuanya pada peduliin hidup masing-masing, tapi kalau dipikir-pikir emang betul sih "kita itu harus bisa ngurus and peduli terhadap diri kita masing-masing" tapiii,, tapi gue agak merasa asing dengan kondisi seperti itu, ada yang ganjil rasanya, dulu di asrama rame dan saling peduli, tiba-tiba berubah drastis menjadi sepi dan individualisme. Gue orang yang suka dengan keramean, "selow" dan ngga muluk-muluk.

Bicara tentang orang selow, emang betul kalau gue orangnya selow. << ini juga berkaitan dengan kehidupan di kost an, gue juga bukan tipe orang yang selalu "kebawa pikiran". di kost an bagi gue ngga masalah mau brapa temen gue yang nginep, mau minjem barang-barang gue, mau lama ngembalikinnya, mau numpang, mau ini mau itu lah, bagi gue ngga masalah, santai lah,! tapi ada juga orang yang ngga seperti itu, ngga boleh nginep di kost annya, mau minjem barang agak pelit, toh kalo dikasih harus segera dibalikkin, ngga boleh berubah sedikitpun harus seperti semula terus setelah minjem dipratiin bener barangnya, bersih apa nggak, berubah apa nggak *buset jujur gue agak kurang suka orang seperti itu tepatnya gue nggak suka orang-orang perfectionist. Perfectionist dan Selow emang berbanding terbalik,! gue selow karna gue kebiasa hidup bareng-bareng atau apa gue juga ngga tau.

dan INTINYA sobat, menurut gue jangan lah kita jadi orang yang perfectionist atau bisa di bilang Sok perfectionist, i'd rather be selow,! emang lebih enak jadi orang yang selow aja, ga semuanya dipikiran, santai, dll
mungkin cuma itu spam an gue kali ini, dan mungkin juga ada manfaatnya bagi 0rang-0rang yang emang bisa ngambil manfaatnya. dan kalo lo ngga bisa ngambil manfaatnya yasudahlah.. maksih
akhir kate,
Wassalamualikum Wr Wb ~~~~~~ *salam super :p :p -_-"

Baca selengkapnya

Monday, May 14, 2012

cinta IPB cinta UI 0_0

cinta IPB cinta UI 0_0

ass sobat-sobat semua, :)
lama sudah saya nggak nulis di blog ini, jangan kan nulis, buka blog ini aja saya sudah jarang..
ntah kenapa belakangan ini saya tidak punya ide untuk ditulis, benar-benar ngeblank pikiran saya.

baiklah, sekarang saya mencoba nyoret-nyoret blog ini lagi.
ini topiknya agak berbeda, KAMPUS mungkin bisa dibilang seperti itulah topik kali ini,..

Cinta Kampus! setiap mahasiswa pasti cinta pada kampus mereka masing-masing, kenapa nggak,? karna disanalah mereka menghabiskan waktu mereka untuk belajar, hampir 3/4 hari mereka (termasuk kita) dihabiskan di kampus.  Malamnya tidur jam 12 lewat gara-gara ngerjain tugas, paginya bangun jam 7, jam 8 ngampus sampe jam 5 bahkan ada juga yang kuliah sampe malam juga, kira-kira jam 9 an lah.. *hooalah bueeehh :( tapi nikmati saja lah yaa, namanya aja mahasiswa pasti beda sama SMA dan SMP apalagi SD *jauh bet.

oke, kembali lagi ke masalah Cinta Kampus, jujur yak "saya bukannya tidak cinta sama kampus saya, tapi ada satu kampus yang lebih saya cintai" itulah yang terjadi pada saya ketika pertama kali masuk dunia perkuliahan, Saya kuliah di IPB tapi sebenarnya hati saya ada di UI, bisa dibilang juga saya mahasiswa UI yang gagal,!! #Mahasiswa UI >> karna saya cinta UI #Gagal >> yah karna impian saya tidak terwujud untuk kuliah dan jadi mahasiswa UI. Dulu saya benar-benar teropsesi buat jadi mahasiswa UI, nggak tau kenapa -__-??. tapi takdir berkata lain, saya justru jadi mahasiswa IPB, kalau di ceritain kenapa saya bisa jadi mahasiswa IPB dan gagal masuk UI, ceritanya panjang.
Naah,, ternyata benar kata orang-orang, kalau kita sudah ngejalanin pasti lama-lama kita akan merasakan juga yang namanya cinta itu, Sekarang saya sudah mulai dan sudah bisa untuk mencintai IPB, walaupun di hati masih terukir nama UI, jakun, bikun dan semuanya *azzeehh :( sekarang saya juga bangga jadi mahasiswa IPB, ternyata IPB sama UI itu nggak jauh-jauh beda, toh dulu IPB kan UI juga, cuman sejak 1959 IPB memisahkan diri dari UI, jadi kesimpulannya saya juga mahasiswa UI, hahaha
tapi intinya SAYA CINTA IPB dan SAYA BANGGA jadi mahasiswa IPB :)

sedikit coret-coretan saya di blog ini, bermaksud untuk berbagi saja. menyurahkan pikiran yang selama ini agak terbendung, --"
sekian dan terima kasih :')
Baca selengkapnya

Sunday, April 8, 2012

pohon "cherry" itu...

pohon "cherry" itu...

Pohon cherry di depan asramaku itu lama-kelamaan makin rapuh, dihembus angin sedikit saja pasti roboh, dan aku tidak mau itu. terlalu banyak kenangan tergambar disana kenangan ketika masa-masa menjadi bocah, bocah banyak tingkah! bocah petualang! terkadang tertawa sendiri aku dibuatnya mengingat masa itu, terlalu indah dan terlalu lucu untuk dilupakan. bermain menyusuri sawah, memetik buah cherry, memancing, berkelahi, membuat keonaran *sehingga ayah dan ibu ku merasa bosan untuk memarahiku, saat itu* dan banyak lagi kegilaan-kegilaan yang sekarang masih membekas jelas di kepalaku, dan selagi pohon cherry yang didepan asramaku itu masih berdiri kokoh walau dengan cara apapun pasti bekas itu takkan hilang, pudar sedikitpun tidak.
tapi sekarang apa yang mau dikata, semuanya berubah, jam, bahkan dunia ini akan selalu berputar, dan akupun tidak mempunyai kekuatan untuk memberhentikannya. panas yang berkepanjangan, berganti dengan hujan tiba-tiba, membuat pohon cherry ku itu semakin menderita (aku menyebut pohon itu adalah "pohon cherry ku" karna cuma aku lah orang satu-satu nya yang sering memperhatikan pohon itu dan sering mengambil buahnya, jadi pohon itu kujadikan milikku). buahnya yang dulu merah kini berubah jadi hitam dan tak bisa lagi dimakan. tapi tak masalah bagiku, pohon itu masih berdiri saja sudah membuatku cukup senang. dia tetap bisa memberikan keteduhan dikala panas terik, dia masih bisa memberikan kesejukkan untuk menangankan hati (sehingga aku sering duduk-duduk dan belajar dibawahnya).


tapi,, ketika itu alangkah kagetnya aku, pulang kuliah kudapati pohon cherry ku itu roboh, entah badai dari mana yang menerpanya, sampai-sampai akarnya pun terangkat. tapi aku tidak bisa apa-apa, "kudekati" cuma itu yang bisa kulakukan. takkan ada lagi kesejukkan, takkan ada lagi keteduhan bahkan yang aku takutkan kan pun terjadi seiring berjalannya waktu --> "kenangan itu" memudar bahkan mati. semuanya pada sibuk sendiri dengan kehidupan barunya masing-masing.
aku yang terlalu berlebihan atau aku sangat menghargai persahabatan (?????) aku tidak persisnya seperti apa. cuma inilah yang aku rasakan.
hmmm,, tapii...mungkin memang aku yang terlalu berlebihan sepertinya.!!!! ): :( ~_~
Baca selengkapnya